Minggu, 23 September 2012

Pengantar Pendidikan

PENGANTAR PENDIDIKAN

Diajukan untuk memenuhi  tugas pengganti UAS Mata Kuliah Pengantar Pendidikan  


Oleh
Nunu Nurjaman
NIM 41032151111027




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA
2011



Tinjauan umum berbagai landasan pendidikan

          Landasan pendidikan merupakan pegangan yang dijadikan dasar dalam penyelenggaraan pendidikan yang patut kita ketahui,berikut ini tentang pendidikan.
          Berfikir tentang suatu pendidikan,tidak salahnya kita harus tahu tentang suatu hakikat,tujuan,fungsi dan berbagai aliran dalam pendidikan.
          Dalam suatu pendidikan pasti adanya yang mendidik dan yang didik,baik dalam pelaksanaan ada pendidikan formal dan nonformal.


                                                               BAB 1
Landasan pendidikan

1               Landasan Hukum
Landasan hukum dapat diartikan peraturan baku sebagai tempat berbijak atau titik tolak dalam kegiatan-kegiatan tertentu, dalam hal ini pendidikan. Dasar yang dapat dijadikan landasan dan pegangan dalam pelaksananan pendidikan di Indonesia dari tahun ke tahun adalah UUD 1945.
2               Landasan Pilsafat
Dalam artian yang sangat luas, dapatlah dikatakan bahwa filsafat  pendidikan ialah pemikiran-pemikiran filsafat tentang pendidikan. Pengertian lain, filsafat pendidikan ialah hasil pemikiran dan perenungan secara mendalam sampai ke akar-akarnya mengenai pendidikan.
            Dewey (dalam M. Sobry Sutikno, 2006) berpendapat bahwa tugas filsafat merupakan garis-garis arah bagi perbuatan. Filsafat tidak boleh tenggelam dalam pemikiran metapisik yang sama sekali tidak berpaedah. Filsafat harus berpijak pada pengalaman dan menyelidiki serta mengolah pengalaman tersebut secara aktif dan kritis.
            Adapun beberapa aliran filsafat pendidikan yang perlu kita pahami, berikut ini:
1        Esensialis, filsafat pendidikan esensialis bertitik tolak dari kebenaran yang telah terbukti beabad-abad lamanya. Kebenaran seperti itulah yang esensial, yang lain adalah suatu kebenaran secara kebetulan saja. Pendidikan tekanan pembentukan intelektual dan logika.
2        Paranialis, kebetulan paranialis ada pada wahyu tuhan.
3        Progresivis, menurut filsafat ini, tidak ada tujuan yang pasti. Tujuan dan kebenaran itu bersifat relative. Apa yang sekarang yang dipandang benar karna dituju dalam kehidupan, tahun depan belum tentu tetap benar. Ukuran keberan ialah yang berguna bagi kehidupan manusia pada hari ini.
4        Rekonstruksionis. Filsafat pendidikan rekonstruksionis mrupakan variasi dari progresivis, yang mengiginkan kondisi pada umumnya harus diperbaiki.
5        Eksistensialis, eksistensialis berpendapat bahwa kebenaran adalah eksistensi atau adanya individu manusia itu sendiri. Adanya manusia di dunia ini tidak punya tujuan dan kehidupan menjadi terarah karena adnya manusia. Manusia adalah bebas, akan menjadi apa orang itu ditentukan oleh keputusan dan komitmennya itu sendiri.
3        Landasan Sejarah
Sidi gazalba menjelaskan bahwa sejarah adalah gambaran masalalu tentang manusia dan sekitarnya sebagai mahluk sosial, yang disusun secara ilmiah dan lengkap, meliputi uratan fakta massa tersebut dengan tafsiran dan penjelasan yang memberi pengertian dan kepahaman tentang apa yang berlaku.
            Proses pendidikan sebenarnya telah berlangsung sepanjang sejarah manusia dan berkembang sejalan dengan perkembangan sosial budaya manusia itu sendiri diatas permuakaan bumi. Tokoh-tokoh pendidik Indonesia diantanya ialah Mohamad Safei sebagai pendiri sekolah INS atau Indonesisch Nederlandse School di Sumatra Barat. Ki Hajar Dewantara sebagai pendiri taman siswa di Yogyakarta, dan Kyai Haji Ahmad Dahlan yang mendiriksn organisasi agama islam yaitu Muhamadiyah di Yogyakarta, yang kemudian berkembang menjadi pendidikan agama islam.
4          Landasan Sosial Budaya
            Landasan Sosial mengacu kepada hubungan antara individu, antarmasyarakat, dan individu secara alami, artinya asapek itu telah ada sejak manusia dilahirkan.sama halnya sosial, aspek budaya inipun sangat berperan dalam proses pendidikan proses pendidikan proses sosial dimulai dari interaksi dan dalam proses sosial itu selalu terjadi interaksi sosial. Pendidikan harus memperhatikan aspek komunikasi yang bersifat transaksional (mulitiarah) yang memberikan porsi perhatian yang sama dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk memberikan kritik, saran dan usul-usulan, serta pertanyaan-pertanyaan sebagi upaya pemberdayaan peserta didik dan perlu menyesuaikan dengan konteks sosisl budaya yang ada sehingga dapat menyerap nilai dari lingkup budayanya dengan akar budaya masyarakatnya.
5          Landasan Psikologi
            Landasan psikologi merupakan dasar-dasar pemahaman dan pengkajian sesuatu dari sudut karakteristik dan perilaku manusia, khhususnya manusia sebagai individu. Dasar-dasar pemahaman dan pengakajian tersebut diambil dari suatu cabang ilmu yang disebut psikologi. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari manusia. Jiwa itu sendiri adalah roh dalam keadaan mengendalikan jasmani, yang dapat dipengaruhi oleh alam  sekitar. Karena itu jiwa dapat dikatakan inti dan kendali kehidupan manusia, yang berada dan melekat dalam manusia itu sendiri.
6          Landasan Ekonomi
            Di era informasi ini, sebagian besar manusianya cenderung meangutamakan kesejahteraan materi dibanding kesejahteraan rohani, membuat ekonomi mendapat perhatian yang sangat besar. Sebagian besar  dari mereka ingin hidup enak dalam arti jasmaniah.
            Keenam aspek diatass perlu menjadi landasan bagi kita dalam memahami serta mengembangkan dunia pendidikan.dengan demikian kita bisa menemukan hakekat pendidikan bisa tercapai.
            Sesuai ucapan Dr.Guninng yang dikutip Langeveled (1955) yaitu ”praktek tanpa teori adalah orang idiot dan gila”.




BAB II
Hakekat Pendidikan

A. Hakekat Pendidikan
1          Marimba
            Pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadiaan yang utama.
2          Bojonegoro
            Pendidikan adalah pemberian tuntunan kepada manusia yang belum dewasa untuk menyiapkan dirinya agar dapat memenuhi sendiri tugas hidupnya, secara singkat, pendidikan adalah tuntunan kepada pertumbuhan manusia mulai lahir sampai tercapainya kedewasaan dalam arti jasmani atau rohani.
3          Driyakara
            Pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia muda.
4          Crow and Corw
            Pendidikan adalah proses yang berbagai macam kegiatan yang cocok bagi individu untuk kehidupan sosialnya,membantyu meneruskan adat dan budaya serta kelembagaan sosial dari generasi ke generasi.
5          John Dewey (1978)
            Pendidikan adalah segala sesuatu yang bersamaan dengan pertumbuhan pendidikan sendiri tidak piunya tujuan akhir di balik dirinya.


6          Ki Hajar Dewantara
            Pendidikan berarti daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi perti(kekutan batin) pikiran,(intelek),dan jasmani anak.
7          Dalam GBHN tahun 1973
            Pendidikan pada hakekatnya adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadiaan dan kemampuan di dalam dan diluar sekolah yang berlangsung seumur
Hidup.
8          UU RI No 2 Tahun 1918
            Pendidikan adalah usaha sadrar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan ,pengajaran,dan atau latihan bagi perannya masa dimssa yangakan datang.
B.Tujuan Pendidikan
            Tujuan pendidikan berhubbungan dengan erat dengan tujuan dan pandangan hidup si pendidik.untuk mendidik diperlukan suatu syarat yang mutlak, syarat itu adalah si pendidik harus telah memiliki (mempersatukan diri) dengan norma-norma tertentu sehingga ia merupakan orang yang berkepribadian.
            Tujuan pendidikan adalah seperangkat hasil pendidikan yang dicapai oleh peserta didik setelah diselenggarakannya kegiatan pendidikan.seluruh kegiatan pendidikan, yaitu pembibingan, pengajaran dan pelatihan diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan.
            Langeveld (1978), menyebutkan lima tujuan pendidikan, yaitu :
B.1 Tujuan umum
            Tujuan umum pendidikan adalah membantu perkembangan anak untuk mencapai kedewasaan,orang tua wajib membantu anak untuk mencapai kedewasannya.tanpa bantuan orang tua dan orang dewa pada umumnya,anak tidak akan bisa mencapai kedewasaan secara utuh.
B.2 Tujuan tak sempurna
            Tujuan tak sempurna adalah tujuan yang berhungan dengan segi-segi kepribadian manusia yang tertentu yang hendak dicapai dengan pendidikan itu, yaitu segi-segi yang berhungan dengan nilai-nilai hidup tertentu, seperti keindahan, kesusilaan, keagamaan, kemasyarakatan, dan keseksualan.tujuan tak sempurna ini bergantung dan tidak dapat terlepas dari tujuan umum.
B.3 Tujuan sementara
            Tujuan sementara merupakan titik-titik perhatian sesuai taraf perkembangan anak yang menuju kepada tujuan umum pendidikan.kita ketahui usia anak berbeda-beda sehingga kemampuan yang kita harapkan dari masing-masing anak juga berbeda sesuai dengan tingkat perkembangan masing-masing anak.
Contoh tujuan sementara, misalnya kita melatih anak agar bisa berbicara sampai anak itu bisa berbicara.dan setelah bisa berbicara dengan baik dan benar anak itu kita ajarkan untuk bertindak sopan santun terhadap sesama manusia dan lingkungannya.
B.4 Tujuan perantara
            Tujuan ini erat kaitannya dengan tujuan sementara.misalnya, kita mengharapkan agar anak atau peserta didik bisa menulis. Ini merupakan tujuan sementara. Adapun teknik penguasaan teknik memegang pensil merupakan tujuan perantara.
B.5 Tujuan insidental
            Tujuan merupakan tujuan yang ingin dicapai untuk satu waktu saja,tetapi pada waktu yang lain tidak dikehendaki lagi.
            Contoh, misal seorang ibu menyuruh atau memanggil anaknya untuk makan bersama si ibu menuntut agar perinntahnya dipatuhi atau dituruti oleh anaknya. Dalam situasi lain, si ibu tidak lagi mengulangi tuntutan kepatuha itu dan hanya bersikap netral saja.
            Contoh tersebut merupakan tujuan insidentalnya (agar) agar anak-anak mematuhi ibunya pada saat pertama saja tetap tidak pada saat berikutnya.
C. Fungsi pendidikan di Indonesia
            Secara garis besar ,Noeng muhadjir (2000) mengemukakan tiga fungsi pendidikan, yaitu
1.      Menumbuhkan kretivitas subjek didik
2.      Memperkaya khasanah budaya manusia dan nilai-nilai insani atau nilai ilahi
3.      Menyipakan tenaga kerja yang produktif
Di samping itu,fungsi pendidikan juga dapat ditinjau dari dua segi, yaitu pendidikan mikro dan pendidikan makro.
            Pendidikan mikro ialah untuk mendewasakan manusia yang belum dewasa agar kepribadian dan kemampuannya berkembang secara serasi, baik segi jasmani maupun rohani.baik sebagai makhluk individu maupun makhluk sisial dan sebagi makhluk dunia maupun akhirat.pendidikan mikro inni lebih menitik beratkan pada individu peserta didik.
            Sedangakan fungsi pendidikan makro ialah harus dapat membentuk dan membina masyarakat luas agar dapat hidup makmur, bahagia dan sejahtera serta aman dan damai.
Sebagai mana telah termaktub dalam pasal 3 Undang-Undang RI No.2 Tahun 1989, disebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewyjudkan tujuan nasional.fungsi pendidikan tersebut merupakan sarana tercapainya pendidikan umum.

D. Berbagai aliran dalam pendidikan
            Ada tiga aliran yang melandasi penyelenggaraan pendidikan, yaitu :
D.1 Teori Natisme/Naturalisme
            Tokoh yang mempelopori teori natisme ini adalah Arthur Schopenhauer, yang berpendapat bahwa faktor pembawaan yang telah dibawa sejak lahir tidak dapat diubah oleh pengaruh lingkungan atau pendidikan. Jika sejak lahir manusia membawa potensi baik maka perkembangan pribadinya akan baik, sebaliknya jika manusia membawa potensi yang kurang baik maka nantinya perkembangan pribadinya tidak baik pula.
            Jadi, teori Nativisme ini berpendapat bahwa tiap-tiap anak sejak lahir sudah mempunyai berbagai pembawaan yang akan berkembang sendiri menurut arahnya masing-masing. Teori ini menekankan pada kodrat anak.asfek pengaruh lingkungan dan peran pendidik diabaikan karena dianggap bersifat negative terhadap anak.
D.2 Teori Empirisme/pengalaman
            Teori empirisme ini dipelopori oleh John  lock, yang dikenal dengan sebutan teori tabularasa. Lock berpendapat bahwa pendidikan adalah maha kuasa dan teori ini mengatakan bahwa anak yang baru lahir di ibaratkan sebagai kertas putih bersih yang belum ditulis. Anak dapat dibentuk sekehendak pendidiknya.pendidikan dan lingkungan berkuasa dalam pembentukan anak.
            Ada beberapa pendapat yang hamper sama dengan john lock yaitu teori Behaviorisme, yang di kemukakan oleh paplov dan Watson mengatakan bahwa pendidikan adalah masalah pembiasaan.
            Jadi, aliran behaviorisme senada dengan teori tabularasa,yaitu tidak mengakui adanya pembawaan, keturunan, atau sifat turun-temurun.semua pendidikan menurut aliran behavior merupakan pembentukan kebiasaan.
D.3 Teori konvergensi
            Teori ini dipelopori oleh Willion Stern yang menolak atau tidak setuju dengan teori nativisme dan teori empirisme yang berat sebelah.menurut Stern, perkembangan manusia adalah hasil perpaduan kerjasama antara faktor bakat dan faktor lingkungan. Manusia memiliki potensi berkembang yang dibawa sejak lahir dan lingkungan membantunya merangsang dari luar.
            Jadi, teori Konvegensi menyatakan bahwa perkembangan anak merupakan hasil proses kerjasama antara faktor bakat atau bawaan dan faktor lingkungan termasuk pendidikan. Jika faktor bakat atau bawaan dinilai baik, perkembangan anak mungkin rusak karena faktor lingkungannya atau pendidikan yang tidak menunjang. Sebaliknya, jika faktor bakat atau bawaan sudah tidak baik, namun lingkungan pendidikan menunjang, perkembangan anak akan lebih baik.
            Ki Hajar Dewantoro mengatakan bahwa manusia dapat di ibaratkan kertas putih yang sudah ada tulisannya namun masih remang-remang. Tugas pendidik adalah menebalkan tulisan tersebut.
E. Prinsip-prinsip dasar pendidikan
            Pendidikan merupakan proses mendidik, yaitu suatu proses dalam rangka mempengaruhi peserta didik supaya mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya, sehingga akan menimbulkan perubahan dalam dirinya. Pendidikan merupakan faktor prioritas yang perlu dibangun dan ditingkatkan mutunya.  Agar sesuai harapan maka prinsip-prinsip harus di perhatikan, yaitu prinsip kontinyu, prinsip efektif, prinsip efisien dan prinsip fleksibel.
E.1 Prinsip Relevansi
            Relevansi pendidikan merupakan kesesuaian pendidikan dengan tuntutan masyarakat dalam kehidupan. Hasil pendidikan tersebut di nilai relevan jika berguna bagi kehidupan, baik dilingkungan peserta didik, perkembangan kehidupan saat ini dan masa yang akan datang, serta relevan dengan tuntutan dunia kerja.
            Peningkatan relevansi pendidikan dapat dilakukan melalu berbagai aspek seperti melakukan penataan manajemen pendidikan.
E.2 Prinsip Efektif
            Efektif adalah ketercapaian tujuan, dengan kata lain, efektif ialah segala apa yang telah direncanakan sebelumnya bisa dicapai.
E.3 Prinsip Efisien
            Prinsif Efisien adalah keadan yang menunjukann perbandingan antara hasil yang diperoleh dengan usaha dan biaya yang dikeluarkan. Semakin kecil usaha dan biaya yang dikeluarkan, semakin Efisien. Efisien meliputi: waktu, tenaga, dan peralatan.
E.4 Prinsif Kontinyu
            Kontinyu dapat diartikan sebagi kesinambungan yang terus menerus. Kontinyu dalam hal ini ialah adanya saling hubungan antara berbagai jenis dan jenjang pendidikan.
E.5 Prinsip Fleksibel
            Pendidikan harus fleksibel tidak kaku. Yang dimaksud dengan pendidikan fleksibel adalah adanya suatu ruang gerak yang memberikan sedikit kebebasan dalam bertindak baik oleh pendidik maupun peserta didik.
            Untuk menjadikan manusia berkualitas, maka dibutuhkan pendidikan yang berkualitas pula. Pendidikan berkualitas yang kita harapkan sebaiknya lebih fleksibel, terbuka, beragam dan dapat diikuti oleh siapa saja yang membutuhkan tanpa memperhitungkan usia, jenis kelamin, pengalaman pendidikan sebelumnya dan sebagainya.



KESIMPULAN

Dengan terbukanya lembaran baru dalam dunia pendidikan dewasa ini, yaitu dengan diberinya otonomi pendidikan bagi masing-masing daerah untuk memajukan  pendidikan yang ada di daerahnya masing-masing maka menuntut kita semua untuk dapat memikirkan sekaligus berusaha bagaimana upaya yang terbaik untuk memajukan pendidikan kita saat ini guna untuk mencapai tujuan sebagaimana yang tertera dalam undang-undang 1945 alinea ke-4. Di era otonomi ini sangat dibutuhkan seseorang pendidik yang professional.
Untuk menjadi seorang pendidik yang professional, seorang pendidik diharapkan mampu memahami berbagai hal yang berhubungan dengan dunia pendidikan dan hal-hal yang terkait dengan proses pembelajaran.















Daftar pustaka
BPPN dan bank dunia.1999. School Based Manajmen. Jakarta: BPPN dan Bank Dunia.
Bridge, R.G, C.M. dan Mock P.R 1979. The determinants  of educational outcome: The impact of families,peers, teacher, and schools. Cambrige. MA:Ballinger Publishing Company.
Depdiknas. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas.
Sutikno . M Sobari 2008.Landasan Pendidikan. Jakarta: Prospect.














KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah AWT, yang mana berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Landasan Kependidikan” ini dalam memenuhi tugas pada mata kuliah Pengantar pendidikan.
Rahmat dan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW yang mana Beliau sebagai sauri tauladan kita, semoga kita menjadi umatnya yang beriman.
Kami disini mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan makalah ini, terutama kepada dosen mata kuliah yang senan tiasa membingbing kami dalam setiap perkuliahan.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan dan penulisan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kekeliruan yang disebabkan oleh kekhilapan dan ketidaktahuan kami. Oleh karena itu kami mengharap kritik dan sarannya untuk perbaikan dimasa yang akan datang.
Semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua sebagai penerus di masa datang. Amin...




Bandung, Februari 2012

Penyusun


Kamis, 24 Mei 2012

Profesi Kependidikan nunu nurjaman

Jawaban Profesi Kependidikan Husen Ali Akbar

SUMBER DAYA UDARA

Sumber Daya Udara _kti Nunu 1

Sumber Daya Udara


Nunu Nurjaman
41032151111027
Matematika
Sumber Daya Udara
            Pengelolaan berbagai jenis sumber daya alam selalu memerlukan pendekatan ekologis, dalam arti kontelasi kehidupan terdapat hubungan kait-mengait antara jumlah penduduk, pengadaan pangan, sumber daya alam, produk industry dan pencemaran alam. Cuaca dan iklim sebagai gejala atmosfer tidak dapat dilepaskan dari dari kelima variable tersebut.
            Meskipun udara tanpa rasa, tanpa bau, dan (hampir disemua waktu) tak tampak, udara telah melindungi kita dari terik sinar matahari dan menyediakan kita berbagai campuran gas yang membuat kehidupan di bumi dapat tumbuh kembang. Walau udara nampak ringan bahkan tidak mempunyai berat, senyatanya berat total udara di atmosfer mencapai sekitar 5.600 milyar ton.
            Dalam kalangan meteorology, Cuaca didefinisikan sebagai keadaan udara serta gejala-gaejala yang ada di dalamnya pada waktu tertentu dan pada saat tertentu. Untuk menyatakan keadaan tersebut digunakan nilai-nilai yang menyatakan tingginya unsur-unsur cuaca, misalnya
·         Suhu udara adalah derajat panas maupun dingin dari udara
·         Tekanan udara adalah kekuatan/tenaga udara di atas suatu wilayah
·         Kelembaban adalah ukuran dari pada jumlah uap air di udara
·         Awan adalah kumpulan masa tampak dari pada titik-titik air dan atau kristal es di atas permukaan bumi
·         Hujan adalah salah satu bentuk air baik berupa cair maupun padat (hujan atau salju), yang jatuh turun dari awan ke permukaan bumi
·         Angin adalah udara yang bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain.  
·         Badai Guntur dan lain sebagainya yang menyatakan adanya gejala-gejala di dalam udara.
Cuaca umumnya menyatakan kedaan hujan dan temperatur udara di suatu tempat dari hari ke hari.
Iklim ciri atau sifat yang dimiliki oleh udara disuatu tempat atau wilayah berdasarkan nilai rata-rata unsur cuaca yang terjadi selama kurun waktu yang panjang. Berdasarkan nilai rata-rata suhu curah hujan dan juga jenis vegetasi yang ada di berbagai wilayah, maka koepien membagi permukaan bumi menjadi beberapa mintikat iklim.
Iklim tropic, iklim kering, iklim yang berlintang tengah dan iklim polar atau iklim kutub.
Iklim di suatu tempat dipengaruhi oleh letak lintang, lereng, ketinggian, serta seberapa jauh tempat tersebut dari perairan dan juga keadaan arus lautnya. Contoh sederhananya, jika kita merujuk pada dunia, maka wilayah yang berada dekat garis ekuator bumi (derajat lintangnya nol) disebut wilayah beriklim tropis, sementara wilayah di lintang menengah dan tinggi disebut wilayah beriklim subropis, maupun kutub. Ilmu yang mempelajari tentang pola global iklim dan karakteristiknya adalah klimatologi.
Musim yang menyatakan waktu yang tertentu bertalian dengan adanya kejadian-kejadian cuaca yang menonjol, misalnya musim kemarau yang menyatakan waktu yang menyatakan waktu dengan curah hujan yang sedikit dan musim dingin yang menyatakan waktu dengan suhu yang umumnya rendah,dan lain sebagainya.
Atmosfer Bumi
Atmosfer secara sederhana bisa dikatakan sebagai selimut tipis masa udara yang mengelilingi bumi. Jika diumpamakan sebagai sebuah bola, tebalnya atmosfer hanya selembar kertas tipis yang menutupinya.
Tebal atmosfer bumi berkisar hingga 480 km, namun sebagian besar atmosfer (80%) berada di bawah ketinggian 16 km dari permukaan bumi. Jika dibandingkan dengan diameter bumi yang sebesar 12.756 km, maka ketebalan atmosfer 16 km tersebut nilainya sama dengan 0,00125 kali dari diameter bumi.
Tanpa atmosfir bumi tak akan memiliki danau maupun samudera, tak akan ada suara yang bisa didengar, tak akan ada awan, tak akan ada kilauan merah langit saat terbenamnya matahari. Begitu juga keindahan alam semesta tak kan pernah hadir. Dinginnya malam dan panas-nya udara pada siang pastinya tak terbayangkan. Semua yang ada di muka bumi akan menderita karena terpaan panas sinar matahari.
Atmosfer yang merupakan lapisan udara tersusun atas 78 % nitrogen (N2), 21% oksigen (O2), 0,9% argon (Ar), 0.03 karbondioksida (CO2), dan sisanya adalah gas-gas lain seperti helium (He), hidrogen (H2), xenon (Xe), ozon (O3), uap air serta partikel-partikel kecil debu yang disebut aerosol.
GAS
SYMBOL
VOLUME

Nitrogen
N2
78.08
Oksigen
O2
20.94
Argon
Ar
0.934
Karbon Dioksida
CO2CH4
0.033
Neon
Ne
0.00182
Helium

He
0.00052
Methane
CH4
0.00015
Krypton
Kr
0.00011
Hydrogen
H2
0.00005
Nitrous Oksida
N2O
0.00005
Xenon
Xe
0.000009

Adanya gas-gas tersebut tidak sekaligus, akan tetapi secara bertahap. Pada mulanya atmosfer hanya mengandung uap air, karbon dioksida dan nitrogen, baru kemudian disusul dengan gas oksigen dan seterusnya, yang timbulnya bertalian dengan proses perubahan struktur bumi.
Perubahan Cuaca dan Iklim
Perubahan cuaca disebabkan karena perubahan tinggi matahari dank arena sistem gerak udara secara luas. Karena perubahan tinggi matahari, jumlah energi yang diterima oleh permukaan bumi per satuan luasnya bertambah dan mengakibatkan perubahan suhu dan yang selanjutnya mengubah nilai-nilai unsur yang lain, misalnya misalnya tekanan udara, penguapan, angin kelembaban dan sebagainya.
Perubahan cuaca disuatu tempat dapat pula terjadi kkarena adanya sistem gerakan dan dalam perubahan-perubahan sementara dalam waktu yang pendek dan berulang, maka dikatakan cuaca berfluktuasi, adanya nilai tinggi, adakala nilainya rendah dan seterusnya berulang-ulang. Fluktuasi ini dapat berlangsung dalam waktu singkat sampai panjang.
            Pengertian tentang perbedaan fluktuasi dengan perubahan yaitu dikatakan bahwa fluktuasi mengandung arti masih akan kembali ke keadaan seperti yang lalu meskipun dalam jangka waktu yang panjang. Sedangkan perubahan mengandung arti bahwa tidak kembali.
Teori Perubahan Iklim
            Pada dasarnya perubahan iklim dapat terjadi karena alam dank arena campur tangan manusia dan dapat berlangsung dalam sekala luas dan skala kecil.
Perubahan Iklim Alami 
            Perubahan alami adalah perubahan iklim yang ditimbulkan oleh adanya proses-proses alam yang tidak karena campur tangan manusia dan umumnya terjadi dalam skala besar.
Teori continental drift
            Teori ini termasuk teori baru yang mulai berkembang 15-20 tahun yang lalu yang juga disebut teori lempeng tektonik, yang mengatakan bahwa kerak bumi terdiri dari lempengan-lempengan yang dapat saling bergeser. Kecuali lempeng pasifik. Pergeseran lempeng menyebabkan terjadinya perubahan arus laut yang selanjutnya mengubah sirkulasi udara dan yang selanjutnya mengubah iklim. Pergeseran ini berlangsung lambat sehingga perubahan-perubahan tidak terlihat dalam skala waktu kecil.
Teori Letusan Gunung Api
            Teori ini mengatakan bahwa letusan gunning berapi dapat mengeluarkan debu yang sampai ke stratosfer. Di dalam statosfer debu melayang-layang dan menyebabkan berkurangnya jumlah energi radisi matahari yang mmenuju ke bumi sehingga suhu berkurang karenanya.
Teori Astronomi
            Teori ini dikemukakan (Milankovich) berdasarkan perubahan dari gerakan bumi, yang meliputi :
1.      Perubahan bentuk orbit (Lintasan) bumi mengelilingi matahari.
2.      Perubahan sudut sumbu bumi terhadap bidang eklip.
3.      Perubahan kecondongan sumbu bumi karena presesi.
Teori Perubahan Matahari
            Teori astronomi seperti yang diuraikan di atas memandang bahwa energi radiasi matahari tetap besarnya, sedangkan yang berubah adalah jumlah energi dalam tiap satuan luasnya pada permukaan bumi karena perubahan arah menghadapnya bumi ke matahari. Demikian pula teori letusan gunung berapi, perubahan iklim terjadi karena jumlah energi dari matahari yang diteroma bumi yang berubah.
            Dalam teori perubahan matahari ini adalah  energi radiasi dari matahari yangdipandang berubah. Dengan adanya perubahan bintik-bintik matahari atau perubahan aktivitas matahari tersebut, maka jumlah energi yang sampai ke bumi berubah. Perubahan ini menimbulkan terjadinya perubahan medan magnet bumi dan selanjutnya merubah tatanan atau sistem peredaran atmosfer secara global.
Teori Karbondioksida
Adanya gas-gas di dalam atmosfer bertindak sebagi penyaring berbagai macam gelimbang radiasi sehingga energi radiasi yang masuk dan sampai ke bumi yang paling banyak adalah radiasi dengan panjang gelombang 0,3-0,7 mikron yang disebut gelombang tampak. Selanjutnya radiasi dari matahari dikenal dengan radiasi gelombang pendek dan radiasi dari bumi di kenal dengan radiasi gelombang panjang/.
Gas CO2 mempunyai sifat yang tembus oleh gelombang pendek dari radiasi matahari akan tetapi menyerap gelombang panjang yang berasal dari bumi dan di lain waktu memancarkan kembali energi yang diserap kea rah bumi yang dikenal dengan peristiwa Efek Rumah Kaca . Apabila gas CO2 ini bertambah, maka makin banyak energi radiasi gelombang panjang yang diserap dan makin banyak pula energi yang dikembalikan kearah bumi sehingga efek rumah kaca bertambah dan selanjutnya suhu atmosfer menjadi bertambah tinggi yang membuat suhu  di bumi menjadi panas.
Perubahan Iklim Karena Manusia
            Perubahan iklim disebabkan oleh kegiatan manusia yang menimbulkan perubbahan komposisi dan keseimbangan atmosfer dan keseimbangan atmosfer dan yang selanjutnya merubah cuaca dan iklim secara luas. Akan tetapi teori ini belum dapat dibuktikan karena data-data yang cukup untuk membuktikannya, perubhan iklim karena manusia umumnya menyebabkan perubahan iklim dalam skala kecil meskipun tidak menutup kemungkinan terjadinya perubahan dalam iklim dalam skala besar.
            Karena cuaca dan iklim dapat dipengaruhi dan jjuga dapat mempengaruhi maka factor cuaca dan iklim sangat perlu diperhitungkan dan dimasukan sebagai unsur pengembalian keputusan.

Senin, 07 Mei 2012

guru baik dan guru hebat



1.Identifikasi
a)ciri-ciri guru yang baik
 Mewujudkan guru dan dosen sebagai pendidik profesinal dan baik, hanya dapat dicapai apabila ketentuan-ketentuan yang termuat dalam UU No.14 Tahun 2005 dijalankan dengan konsisten dan utuh.
1.         Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
2.         Guru berkewajiban ;
a.         merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi pembelajaran.
b.         Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan komptensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
c.         Bertindak objektif dan tidak deskriminatif atas pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras dan kondisi fisik tertentu, latar belakang keluarga, status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran;
d.         Menjunjung tingggi peraturan perundang-undangan, hukum dan kode etik guru serta nilai agama dan etika, dan;
e.         Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa
3.         Tenaga kerja asing yang dipekerjakan sebagai guru pada satuan pendidikan di Indonesia wajib memenuhi kode etik guru dan peraturan perundang-undangan.
4.         Guru yang diangkat oleh pemerintah atau pemerintah daerah wajib menanda tangani pertanyaan kesanggupan untuk ditugaskan didaerah khusus paling sedikit 2 tahun.
5.         Guru wajib menjadi anggota organisasi profesi
6.         Dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohoni dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
7.         Setiap orang yang akan diangkat menjadi dosen wajib mengikuti proses seleksi;
8.         Dosen berkewajiban:
a.         Melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat
b.         Merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran;
c.         Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan komptensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni;
d.         Bertindak objektif dan tidak deskriminatif atas pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras dan kondisi fisik tertentu, latar belakang keluarga, status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran;
e.         Menjunjung tingggi peraturan perundang-undangan, hukum dan kode etik guru serta nilai agama dan etika, dan;
f.          Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
9.         Tenaga kerja asing yang diperkerjakan sebagai dosen pada satuan pendidikan tinggi di Indonesia wajib mematuhi peraturan perundang-undangan.
b) ciri-ciri guru yang hebat.
Ciri guru hebat sebagai berikut.
(1) Ucapan dan intonasinya jelas dan mudah dipahami. Siswa langsung menyerap makna dari ucapan guru tanpa harus berpikir lama dan berputar-putar. Ucapan guru tersistem, mantap, dan berterima dengan kejiwaan siswa.
(2) Bobot keilmuannya sangat dalam dan luas. Sehari-hari, guru hebat mengikuti perkembangan zaman untuk memupuk keluasan keilmuannya. Tren zaman dapat cepat dimaknai oleh guru lalu diolah dengan bahasa guru untuk disajikan ke siswanya.
(3) Orangnya lugas dan sederhana. Karena yang dihadapi adalah siswa bukan orang dewasa, guru hebat selalu menyampaikan keilmuannya dengan lugas dan mudah diterima siswanya.
(4) Bersahabat dan peduli. Guru biasa selalu mengambil jarak dengan siswa karena menurutnya wibawa guru akan terbangun. Namun, tidak untuk guru hebat. Guru hebat bersahabat dengan siswanya sehingga terbangun kedekatan yang akan mempermudah berkomunikasi. Wibawa justru dibangun dari persahabatan antara siswa dengan guru.
(5) Kaya metode dan media. Guru hebat teramat paham kalau siswa itu mudah jenuh, dinamis, dan kreatif. Menurutnya, mengajar harus menyenangkan, dinamis, dan kreatif. Jalan yang harus ditempuh adalah menerapkan pembelajaran dengan multimetode dan multimedia yang sesuai dengan keinginan siswa.
2.    Jika diwajibkan memilih, apakah Anda akan berupaya untuk menjadi  "guru yang baik" ataukah ingin menjadi "guru yang hebat"? Mengapa demikian? Tulislah minimal tiga alasan yang mendasari pilihan Anda itu.
Jawab:
 Jika diwajibkan memilih, saya akan berupaya untuk menjadi guru yang hebat dan guru yang baik. Mengapa demikian?? Karena, guru yang hebat sudah pasti bisa melakukan apa yang dilakukan oleh duru yang baik, seperti menjelaskan kepada murid, sehingga ia paham. Akan tetapi guru yang baik belum tentu bisa melakukan apa yang dilakukan oleh guru yang hebat, seperti menginspirasi dan memotivasi muridnya, sehingga mampu berbuat sesuatu yang baik dengan kemampuannya sendiri. Jadi intinya saya memilih keduanya.
Dari pernyataan Mendikbud di atas, saya mengambil kesimpulan bahwa “guru yang baik” belum tentu ia “guru yang hebat”, akan tetapi, “guru yang hebat” sudah pasti ia “guru yang baik”.
3.    Bagaimanakah profil ideal guru Bahasa Indonesia di era globalisasi ini? Jelaskanlah menurut sudut pandang Anda masing-masing.
Jawab:
Profil guru Bahasa Indonesia yang ideal untuk era saat ini adalah guru yang mampu memanfaatkan fasilitas di era globalisasi ataupun di era informasi ini untuk kepentingan mengajar juga membimbing siswanya untuk bisa meningkatkan keterampilan berbahasa, karena keterampilan berbahasa sangat diperlukan dalam setiap kegiatan. Guru Bahasa Indonesia seharusnya mampu menjadi sebuah media untuk siswanya dalam segala hal permasalahan mengenai Bahasa Indonesia. Guru Bahasa Indonesia juga harus bisa menanamkan manfaat dari belajar Bahasa Indonesia. Tidak hanya bermanfaat dalam hal nilai yang dicapai dikelas, tapi juga untuk manfaat diluar kegiatan sekolah.

4.    Adakah manfaat yang Anda peroleh setelah membaca wacana itu? Jika ada, tulislah semua manfaat yang dapat Anda petik darinya.
Jawab:
Tentu ada, saya mendapatkan manfaat mengenai perbedaan antara guru yang baik dengan guru yang hebat. Wacana itu membuka pikiran saya mengenai manfaat seorang guru yang sebenarnya. Selain itu juga, dengan membaca wacana itu, saya merasa bersemangat untuk menjadi peran dari wacana tersebut dan juga menjadi motivasi bagi saya untuk menjadi guru yang super hebat dan super baik.

Rabu, 11 April 2012

Latihan Bahasa Indonesia


1.  Tujuan utama perkuliahan BahasaIndonesia adalah untuk menumbuh kembangkan
 keterampilan berbahasa mahasiswa, baik lisan atau pun tulisan ( B-S ).
2.  Salah satu upaya menumbuh kembangkan keterampilan berbahasa mahasiswa adalah
dengan menumbuhkan kesadaran berbahasa Indonesianya terlebih dahulu ( B-S ).
3.  Kesadaran berbahasa seseorang tidak dapat dilihat  dari tanggungjawab dan sikapnya terhadap bahasa Indonesia ( B-S ).
4. Mahasiswa Program Studi Matematika tidak perlu memiliki kesadaran berbahasa Indonesia sebab mereka tidak akan menjadi guru bahasa Indonesia (B-S).
5.  Membiasakan diri berbahasa sesuai kaidah bahasa Indonesia terutama di dalam forum-forum resmi, merupakan wujud tanggungjawab seseorang terhadap bahasanya ( B– S  ).
6. Menurut Mansoer Pateda, tanggungjawab terhadap bahasa dan berbahasa dapat diwujudkan hanya dalam bentuk partisipasi formal ( B – S  ).
7.  Pengguna bahasa yang berpartisipasi secara formal, biasanya dengan kesadaran sendiri berusaha untuk menjadi peserta aktif dalam setiap kegiatan kebahasaan (B-S).
8. Mahasiswa Program Studi Matematika idealnya berpartisipasi dalam kegiatan pembinaan bahasa,  minimal dalam bentuk partisipasi formal (B-S).
9. Salah satu contoh partisipasi formal yang dapat dan patut dilakukan mahasiswa  Program Studi Matematika adalah berupaya untuk selalu berhati-hati dalam berbahasa sehingga bahasa yang digunakannya senantiasa tertib dan terpelihara ( B – S ).
10. Mampu menghafal kaidah bahasa Indonesia dengan baik tanpa berlatih mengimplementasikannya belum menjamin seseorang akan menjadi pengguna bahasa yang baik (B-S).
11. Mahasiswa Program Studi Matematika yang sudah berusaha untuk berbahasa sesuai kaidah  bahasa Indonesia dalam forum-forum resmi, merupakan pertanda bahwa dia sudah memiliki kesadaran berbahasa (B-S).
12. Kalimat efektif biasanya tidak komunikatif (B-S).
13. Kalimat yang ambigu termasuksalah satu contoh kalimat efektif ( B-S )
14. Kalimat ambigu adalah kalimat yang tidak memiliki struktur yang lengkap ( B-S ).
15. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dapat dilihat antara lain dari keefektifan kalimat  serta ketepatan diksi dan ejaannya (B-S).


BAGIAN B

Petunjuk
Jawablah soal berikut dengan mempergunakan bahasa Indonesia yang baik dan bernalar
karena bahasa jawaban Anda termasuk bagian yang dinilai.

SOAL
Ada pernyataan yang berbunyi, “Maju mundurnya suatu bahasa sangat ditentukan oleh
kesadaran berbahasa pemakai bahasa itu sendiri”.
1.  Setujukan Anda dengan pandangan tersebut? Apa alasannya?  Tulislah argumentasi Anda terkait  ini dalam satu paragraf.
            “saya sepakat dengan pernyataan di atas, karena dengan berbahasa yang baik dan benar akan mempermudah untuk berkomunikasi,baik secara lisan maupun tulisan,jika kita sendiri tidak memiliki kesadaran,maka tentu diri kita tidak memiliki tanggung jawab akan kaidah berbahasa”

2. Tulislah minimal lima ciri orang yang memiliki Kesadaran Berbahasa. Uraikan masing-masingnya dengan singkat.
        a.         Sikap terhadap bahasa dan berbahasa, artinya bahwa sikap atau pun tindakan yang telah kita lakukan harus sesuai dengan kaidah bahasa yang benar.
        b.         Tanggung jawab bahasa dan berbahasa, artinya bahwa kita memiliki rasa kepedulian terhadap budaya bahasa.
        c.         Rasa ikut memiliki bahasa, artinya bahwa kita harus senantiasa menggunakan bahasa yang kita miliki,karena kita memiliki ragam suku bangsa dan bahasa serta budaya.
        d.        Berkemauan membina dan mengembangkan bahasa, artinya bahwa kita harus selalu mengamalkan bahasa tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari.
 e. Bersikap patriotisme dalam bahasa,artinya bahwa kita harus bersemangat dalam menggunakan bahasa Indonesia ,karena bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan.
3.SudahkahAnda memiliki kelima ciri tersebut? Jelaskanlah dengan argumentasi yang bernalar.
            Menurut saya,” saya belum memenuhi untuk memiliki kelima cirri tersebut,karena saya masih banyak kekurangan dalam berbahasa Indonesia,terutama  mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.”
4.  Upaya apakah yang sebaiknya dilakukan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Anda?
            Yang harus saya upayakan dalam meningkatkan keterampilan berbahasa yaitu dengan cara menumbuhkan kesadaran kita sendiri dalam menggunakan bahasa,kemudian membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari,dan selalu bertanggungjawab dengan bahasa yang kita miliki serta rasa kepedulian terhadap bahasa.